Bengkalis -PT Arara Abadi yang merupakan unit Usaha APP Group dibidang Forestry tidak henti-hentinya melakukan program pencegahan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) disekitar arela konsesinya di Riau.
PT Arara Abadi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang telah mentanda tangani MOU (Memorendum Of Understanding) 2 tahun yang lalu kembali melanjutkan Program Budidaya Perikanan Ikan Baung tepat di Distrim Rasau Kuning PT Arara Abadi Perawang, sebagai wujud nyata pelaksanaan Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA).
Program ini hadir bukan sekadar untuk menambah penghasilan, melainkan untuk menata ulang cara pandang, membuka alternatif mata pencaharian, sekaligus menegaskan bahwa kemajuan tidak harus ditebus dengan kerusakan bumi.
Selama ini, kebiasaan turun-temurun seringkali membuat kita berpikir: untuk bertahan hidup harus selalu berkebun, dan untuk mengolah lahan harus dimulai dengan api. Padahal kita paham betul bahwa kobaran api hanya memberi kemudahan sesaat, namun meninggalkan luka panjang: tanah yang makin tandus, udara yang penuh asap, serta bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang merugikan kita semua, bahkan anak cucu di masa depan.
Corporate Engagement (SCE) Head PT Arara Abadi Deny Widjaya menyampaikan:”Program Multilokasi Budidaya ikan baung kolaborasi BRIN ini merupakan tahap lanjutan dari program budidaya ikan baung berkolaborasi dengan BRIN sebelumnya. Pada tahap pertama kami APP group dalam hal ini PT Arara abadi melakukan program budidaya ikan baung dengan serangkaian kegiatan mulai dari pelatihan pembenihan hingga langsung membesarkan ikan baung di kolam Masyarakat Sakai Desa Kesumbo Ampai, Bathin Solapan. Kegiatan tahap pertama dimulai pada tahun 2024 hingga 2025 dengan hasil bahwa kelompok masyarakat sudah paham bagaimana cara membesarkan ikan baung dengan baik dan benar. Pada tahap kedua yang dimulai pada April tahun 2026 ini kembali dilakukan pembesaran ikan baung akan tetapi menggunakan bibit unggul dari lipat kain yang di kembangkan oleh Tim BRIN bekerja sama dengan masyarakat di lipat kain serta APP Group. Diharapkan pada bulan Agustus atau September nanti nya akan dilakukan panen terkait ikan yang sudah di Uji Coba Multilokasi sebanyak 2000 ekor di Kampung Pinang Sebatang Timur ( Kolam Pak Alex Safirman ) dan Desa Kesumbo Ampai, Bathin Solapan (Kolam Masyarakat Sakai Bathin Sobanga).
Harapan kami sebagai pihak penyelenggara program ini adalah lahirnya daerah-daerah baru sebagai penyedia bibit ikan baung berkualitas tidak hanya di daerah lipat kain saja dan dapat meningkatkan kembali perekonomian serta khasanah ilmu dari peternak tersebut.
Melalui budidaya Ikan Baung ini, kami ingin membuktikan bersama: kemakmuran bisa diraih dengan cara yang lebih bijak, tanpa menyakiti alam. Dengan dukungan riset dan bimbingan teknis dari BRIN, air yang mengalir di sekitar kita kini dapat diubah menjadi sumber rezeki yang terus mengalir, tanpa perlu membakar sehelai daun pun.
"Sebagai perusahaan yang tumbuh besar di tengah masyarakat Siak, kami memegang teguh satu prinsip: keberadaan kami harus membawa manfaat nyata bagi sesama dan menjaga kelestarian lingkungan. Kami sadar perubahan pola pikir tidak bisa dipaksakan dalam sekejap, namun harus dibuktikan lewat perbuatan nyata. Hari ini kami tegaskan komitmen kami: kami tidak akan berhenti mendampingi warga, hingga terbukti bahwa rezeki bisa didapat selain dari berkebun, dan mengelola lahan tidak harus dengan api. Makmur warganya, lestari hutannya, itulah keberhasilan sesungguhnya yang kami cita-citakan."
“Sebelumnya ini bekas kebakaran. Dulu semak belukar semua. Setelah itu saya coba tanam jagung, tapi gagal karena lahannya gambut dan sering banjir. Akhirnya saya putuskan menggali kolam,” tutur Alex Supirman penerima bantuan Program DMPA sembari memandang air kolam yang tenang,
Keputusan itu mengubah arah hidupnya. Sejak 2019, ia mulai menekuni usaha perikanan. Mula-mula memelihara nila, gurame dan bawal. Hasil panennya cukup menjanjikan. Bahkan sebagian kolam disulap menjadi tempat pemancingan berbayar yang ramai didatangi warga.
Kini, empat keramba di lahannya diisi 2.000 ekor benih ikan baung unggul hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Bibit itu merupakan bagian dari Program Uji Coba Multilokasi Budidaya Ikan Baung kolaborasi PT Arara Abadi Unit Usaha APP Group bersama BRIN.
Usia benih baru menginjak tiga bulan. Namun pertumbuhannya membuat Alex optimistis. Saat pengambilan sampel pada umur 72 hari, pertumbuhan ikan dinilai sangat baik. Jika tidak ada kendala, sekitar Agustus atau September nanti ribuan baung itu siap dipanen.
“Bibitnya 2.000 ekor di empat keramba. Mulai dari bibit, keramba sampai pakannya dibantu. Mudah-mudahan nanti panennya berhasil,” kata Alex dengan senyum khasnya.
Namun di balik aktivitas beternak dan membudidayakan ikan, Alex memikul tanggung jawab lain yang tak kalah penting. Lahan miliknya berbatasan langsung dengan areal hutan tanaman industri. Karena itu ia juga menjadi mitra binaan dalam Program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA). Perannya bukan hanya mengelola kolam, tetapi menjadi mata dan telinga pertama ketika muncul tanda-tanda kebakaran.
“Kalau ada api kami langsung memberi informasi. Tapi tidak hanya itu, kami juga ikut turun memadamkan. Kami merasa punya tanggung jawab menjaga kawasan ini,” ucapnya.
Keberadaan kolam pun ternyata memiliki fungsi ganda. Selain menjadi sumber penghasilan, air di dalamnya bisa dimanfaatkan ketika terjadi kebakaran di sekitar lahan gambut
“Harapannya kalau ada api di sekitar sini, kami punya stok air untuk pemadaman. Jadi ekonomi jalan, pencegahan kebakaran juga bisa dilakukan,” ujar Alex.
Sumber : Rilis
Editor : Redaksi Media 3k3 Group


0 Komentar