Bengkalis – Anggota DPRD Provinsi Riau, Khairul Umam, melaksanakan kegiatan reses di wilayah Kabupaten Bengkalis, dengan fokus utama di Kecamatan Bantan dan sekitarnya. Kegiatan ini menjadi wadah langsung untuk menyerap harapan warga, mencatat dinamika dukungan masyarakat, serta mendalami berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan daerah, Rabu (29/07/2026).
Dalam kunjungannya, Khairul Umam lakukan pertemuan dan mendengar langsung harapan besar masyarakat yang sangat menginginkan kehadiran tokoh yang senantiasa dekat dengan rakyat. Warga menyampaikan apresiasinya terhadap sosok yang dikenal turun langsung ke lapangan, berbeda dengan figur yang hanya bergerak di lingkup birokrasi provinsi. Ketua DPC Bantan, Bengkalis, dan Mandau yang turut mendampingi menegaskan:
"Warga sangat rindu dan berharap berjumpa langsung dengan Pak Khairul Umam. Beliau dikenal tidak hanya berbicara di atas kertas, tapi hadir menggali aspirasi dari hati ke hati. Seringkali warga bingung membedakan kebijakan kabupaten dan provinsi, sehingga kami butuh arahan jelas agar bisa menjelaskan dengan tepat kepada masyarakat," ujar para Ketua DPC.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, dari sekitar 1.634 pemilih tercatat di Kecamatan Bantan, sekitar 500 orang di antaranya bukan pemilih ustad. Desa Selat Baru mencatatkan dukungan terbanyak, sementara Desa Jembatan Sari meski jumlah penduduk terbatas, mampu meraih dukungan yang cukup signifikan. Temuan ini juga memunculkan kekhawatiran adanya praktik transaksional yang berpotensi terulang pada Pemilu mendatang.
Terkait kondisi pembangunan, Khairul Umam menyoroti beratnya tantangan keterbatasan anggaran:
"Kita saksikan APBD yang semula ditetapkan Rp10,5 triliun turun berturut-turut menjadi Rp9,2 triliun, kini hanya tersisa Rp8,2 triliun. Sebagian besar terserap untuk membayar utang, sehingga ruang untuk pembangunan fisik sangat sempit. Material sudah menumpuk, namun belum ada izin pelaksanaan. Janji-janji masa lalu pun banyak yang belum terealisasi sepenuhnya," tegas Khairul Umam.
Lebih lanjut ia menambahkan, "Kami akan terus berjuang agar alokasi dana bisa lebih fleksibel dan menyentuh langsung ke desa-desa, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berlandaskan kebutuhan nyata masyarakat di pelosok wilayah."
Hasil pertemuan ini menjadi catatan penting bagi seluruh pihak terkait, sebagai bahan perjuangan untuk memperbaiki kondisi pembangunan dan mewujudkan aspirasi masyarakat Kabupaten Bengkalis.
Sumber : Tim Jurnalis
Editor : Redaksi Media 3k3 Group


0 Komentar